Senin, 09 Juni 2014

Ini Bukan Aku



kulihat jejak tak berarti dalam kehidupanku, 
kurasakan sesak yang menyiksa dalam kalbuku, 
kurasakan ada yang memberontak disetiap desahan nafasku, 
Ini bukan aku...

Kata-kataku tak lagi seimbang disetiap kuberucap
Tatapku tak lagi fokus jika kumemandang
tubuhku goyah ketika kumencoba tuh melangkah
Aku, rapuh.. 
Ini bukan aku....

Siapa diriku ini?
Siapa yang mengambil alih kehidupanku?
Seakan tiada tawa tanpa kegemberiaan...
Senyuman yang diringi kerut dahi begitu terlihat...
Siapa aku ini?

Seperti kumengharap tahtah pada pelayan tanpa kebijaksanaan...
Dimana kekuatanku?
Kemana jiwaku pergi meninggalkan ragaku ?
Raga yang tak tahu siapa pemiliknya, namun aku masih sadar...
Memaksa airku mengalir kepenghujung tetas tangisan malam..
Siapa aku ini?

Bagai berseda riu bersama sang rembulan namun ia sedang tak ada..
Bagai tidur dalam lamunan namun aku masih terbangung...
Bermimpi tanpa tidur, ngantuk tanpa sayup mata...
Mengapa aku ini?

Hatiku menolak setiap pergerakanku,
Nafasku tercekik setiap aku menarik satu tarikan nafas...
Otakku manggigil hingga membuatku jatuh taksadarkan diri...
Mengapa aku ini?

Gelap yang kulihat ketika kumenatap kedalam diriku...
Kemana cahaya itu?
Cahaya yang pernah aku perjuangkan,
Redupkah ia? Atau hanya tertutupi kegilaan yg begitu pekat...
Aku harus bagaimana?

Mencoba mengulur waktu hingga kematian,
namun aku malah kehilangan harapan untuk menggapai segalanya...
Impian, cita, harapan, kemana mereka?
Semangatku dimana engkau? 
Tega kau tinggalku terkapar dalam kesendirian...

Pelita yang agung, izinkan aku meminjam cahayamu...
Cahaya ,yang akan kugunkan untuk menemukan semua yang hilang dariku...
Namun dimana aku akan mencarinya?

Masihkah mereka ada dalam diriku?
Masihkah jika kutemukan mereka akan
Menerima lemah hati ini yang terbuai akan kegilaan?
Masihkah mereka akan memberiku satu kesempatan untuk 
Bengkit melawan dusta dunia yang begitu kejam?
Aku ingin percaya!
Percaya pada diriku, 
jika aku tak akan kalah dengan kegialaan...

Namun nyata yang terlihat aku begitu hilang arah...
Aku sama sekali tidak percaya dengan diriku...

Sekali lagi ini bukan aku...





Makassar, 10 Juni 2014






Bersama Pekat Malam, dan Jutaan Impianku


Kata yang tercerna untuk setiap ucapan,
Bersembunyi dalam pekat malam dan kesunyian,
Aku takut akan diriku yang hilang kendali,
Bagai raga yang tak bernyawa ...
Berjalan tanpa tujuan...
Matipun sekan tak akan tiba...
Namun aku sedang menuggu kematian...

Malam semakin larut...
irama dentingan air menandakan ini baru saja hujan...
Oh, sungguh malam yang begitu pekat...
Aku takut untuk terbaring...
Aku takut untuk menutup mata...
Menjaga jarak dengan rasa kantuk, 
menahan sayup mata dengan tangisan,
Tangisan yang memecah pekat dan kesunyiaan...

Suara menggemah dalam hati.. 
Seakan tak mampu membendung air mata,
Air mata yang tak tahu untuk apa...
Hanya sekedar menangis,
tapi kurasa aku punya masalah...
Raga yang mulai memberontak untuk segera diistirahatkan...
Mata berteriak untuk segera dipejamkan...
Namun aku tak hiraukan mereka...
Karena aku takut untuk tertidur malam ini...

Haaaaaaaahhhh, 
Kuhelai nafas yang dalam... 
Mencoba meresapi kesunyian...
Mencoba memaknai apa yang telah kuperbuat 
untuk seluruh impianku...

Hahahaha, aku lalu hanya tertawa..
Kubaringkan raga ke tempat tidurku yang begitu berantakan malam ini...
Kupandangi langit-langit kamarku...
Mecoba mengurai satu persatu kembali impian yang telah
Kutetapkan untuk kuraih...

Mengkhayal akan keberhasilan...
Kemudaian kuulurkan tanganku mengarah langit-langit..
Lalu dengan lantang aku berteriak
“Aku tidak Akan Kalah dengan Kegilaan, Aku akan Meraih Kalian”
Lalu kuletakkan didadaku seraya berbisik,
“aku percaya pada Kebesaran Allah Azza Wa Jalla”
Amin....



Makassar, 10 Juni 2014