Senin, 09 Juni 2014

Bersama Pekat Malam, dan Jutaan Impianku


Kata yang tercerna untuk setiap ucapan,
Bersembunyi dalam pekat malam dan kesunyian,
Aku takut akan diriku yang hilang kendali,
Bagai raga yang tak bernyawa ...
Berjalan tanpa tujuan...
Matipun sekan tak akan tiba...
Namun aku sedang menuggu kematian...

Malam semakin larut...
irama dentingan air menandakan ini baru saja hujan...
Oh, sungguh malam yang begitu pekat...
Aku takut untuk terbaring...
Aku takut untuk menutup mata...
Menjaga jarak dengan rasa kantuk, 
menahan sayup mata dengan tangisan,
Tangisan yang memecah pekat dan kesunyiaan...

Suara menggemah dalam hati.. 
Seakan tak mampu membendung air mata,
Air mata yang tak tahu untuk apa...
Hanya sekedar menangis,
tapi kurasa aku punya masalah...
Raga yang mulai memberontak untuk segera diistirahatkan...
Mata berteriak untuk segera dipejamkan...
Namun aku tak hiraukan mereka...
Karena aku takut untuk tertidur malam ini...

Haaaaaaaahhhh, 
Kuhelai nafas yang dalam... 
Mencoba meresapi kesunyian...
Mencoba memaknai apa yang telah kuperbuat 
untuk seluruh impianku...

Hahahaha, aku lalu hanya tertawa..
Kubaringkan raga ke tempat tidurku yang begitu berantakan malam ini...
Kupandangi langit-langit kamarku...
Mecoba mengurai satu persatu kembali impian yang telah
Kutetapkan untuk kuraih...

Mengkhayal akan keberhasilan...
Kemudaian kuulurkan tanganku mengarah langit-langit..
Lalu dengan lantang aku berteriak
“Aku tidak Akan Kalah dengan Kegilaan, Aku akan Meraih Kalian”
Lalu kuletakkan didadaku seraya berbisik,
“aku percaya pada Kebesaran Allah Azza Wa Jalla”
Amin....



Makassar, 10 Juni 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar