Sebuah Sapaan
Pada sebuah keheningan hati, bintang dalam perasaan meredup dan hilang
Aku yang akrab dikenal dengan manusia tanpa sapaan, hari ini
Aku benar-benar butuh sebuah sapaan dari siapa saja, lalu aku berjalan
Disebuah jalan yang menghubungkan jutaan manusia yang dikenal dengan
Akun sosial, aku lalu disapa oleh seseorang, benarkah aku disapa?
Benarkah sapaan itu untuk aku? Atau mungkin hanya aku saja yang merasa disapa
Oleh orang itu, dia bernama Malah, sosok yang belakangan ini muncul sebagai
pengalih perhatianku disaat aku sedang ingin fokus dalam menjelajahi
Dunia tanpa batas itu.
Siapa orang ini? Mengapa aku begitu penasaran untuk mengenalnya?
Kiriman dari tuhankah dia? Inikah jawaban atas resah hati
yang begitu berharap kawan hidup?
Sial, aku begitu dramatis menanggapi kehadiranya, aku bahkan sesekali berharap yang tidak-tidak, yah tapi mungkin itu hal wajar atau mungkin, aku saja yang begitu berharap menemukan sosok yang bisa menjadi kawan hidupku.
Lalu hari ini entah mengapa, hadirnya dalam sebuah tulisan
Membuat aku merasa bebas untuk Berkata-kata,
bahkan karenanya, hari ini aku merasa lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
Sekali lagi, siapa orang ini?
Iakah sosok dalam mimpi itu?
Tuhan,!!! itukah kiriman yang telah kau janjikan untuk aku ?
Aku tidak paham dan aku benar-benar ingin tahu tentang suasana.
Tapi meski bagitu aku tidak akan tumbuhkan sebuah bunga untuk taman yang
Belum pernah aku temui. Namun disisi lain aku merasa sebuah bunga telah tumbuh dalam bejana hati yang terabaikan oleh rasa.
Namun, sebuah sapaan, terdengar jelas hari ini, entah itu nyata atau hanya sebuah Ilusi karena khayalku yang terlalu jauh...
Ditulis di Makassar, 5 mei 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar