“kak,
aku ingin jauh dari kakak, aku tak ingin hubungan kita
Diketahui
oleh teman-temanku” ini kata-kata terakhir yang Azril dengar dari
Orang
yang begitu ia sayangi.
Sejak
hari itu ia tak lagi pernah mengungkit tentang orang itu,
bahkan
melihat tulisan namanya saja ia begitu enggan,
Azril
memutuskan untuk benar-benar tidak lagi mengenalnya,
Meski
itu sangatlah mustahil baginya, Azril lalu terjung kelautan manusia
Yang
membuatnya lupa akan jati dirinya, Azril yang punya banyak Impian
semuanya
terkubur bersama sesak yang membunuh akalnya untuk bangkit..
Orang
yang ia sayangi itu bernama Yuni, nama panjangnya adalah Nur Ahyuni H.
Ia
seorang mahasiswa Di Universitas Elit, sedang Azril hanya seorang mahasiswa
Sekolah Tinggi Swasta. Yang ada difikiran Azril, mungkin perbendaan inilah yang
membuat Yuni menjauh darinya.
10
juli 2011, Azril yang begelut di dunia komputer, sangat begitu Akrab dengan
Media
Sosial, hari itu ia seperti sedang punya tekanan dalam fikiranya, itu
Terlihat
dari semua postingan yang ia terbitkan hari ini, sangat kacau
Dan
begitu tidak karuang, sepertinya ini masalah tentang persahabatan.
Lalu
azril mencari hiburan untuk membuatnya tertawa atau paling tidak tersenyum,
Kemudian
Azril, mencari teman baru yang berasal dari daerahnya,
yang
juga aktif di media sosial.
Ia
memasukkan nama kota di kotak pencarian “Takalar”
Lalu
ia berfikir jika pencarianya terlalu luas, lalu Azril menghapus nama Kota itu
Dan
diganti dengan “Nama sekolahnya”
Maka
muncullah sederatan nama-nama dari sekolahnya, ia terus
Menggeser
kursor kebawah, lalu ia terhenti pada sebuah akun yang bertuliskan
“Nur
Ahyuni H” . Azril lalu membuka profil akun itu, ia lalu terhenti sejenak
Ia
merasa bahwa foto pada akun itu sering ia lihat.
Dimana
yah?.. Ucap Azril sambil berfkir.
Karena
rasa penasaranya, ia lalu menelusuri lebih jauh tentang akun itu,
Kemudian
ia ingat, akun ini adalah milik salah satu junior saat ia Masih Duduk dibangku
SMA, orang yang pernah didekati oleh sahabatnya, namanya Lukman.
Azril
kemudian tersenyum, mungkin mengingat masa SMAnya.
Azril
lalu mulai menambahkan Akun Nur Ahyuni H. Sebagai temannya.
“permintaan
pertemanan terkirim” itu yang tertulis di layar monitor Azril.
7 bulan kemudian, azril kini akrab dengan teman
media sosialnya itu,
Ia sering datang kesekolahnya untuk bertemu dengan
dirinya,
Semakin lama dan semakin banyak kisah yang mereka
lukis,
Hubunganya sekarang bukan hanya sekedar
senior-junior
Tapi lebih, namun orang-orang sekitar tidak
mengetahuinya...
Hingga pada saat yuni akan masuk keperguruan
tinggi,
Yuni yang sedang bimbang dengan jurusan yang akan
ia pilih
Ia kemudian bertanya kepada Azril, mengenai
jurusan komputer?
Azril yang saat ini aktif sebagai mahasisawa
komputer tentu saja dengan bangga menjelaskan tentang jurusanya itu...
Lalu yuni pun mengambil jurusan komputer ,yaitu
jurusan teknik Informatika
Hanya saja yuni mengikuti sebuah program beasiswa
hingga ia lolos keperguruan tinggi negeri elit di makassar, hal ini sebenarnya
sudah menjadi kekwatiran azril,
Memiliki kekasih yang kuliah di perguruan tinggi
elit,
Rasa-rasanya azril mulai tidak pantas,
Namun ia kemudian meyakinkan dirinya, ia berkata
cinta bukan persoalan
Elit atau tidak, tapi persoalan kepercayaan.
Selama aku percaya pada dirinya kuharap Tuhan
membuat hubungan kami tetap terjalin.
Namun ternyata, apa yang diyakini azril, apa yang
selama ini azril pertahankan harus sirna dan harus menanggun sakit yang teramat
dalam,
Tepat hari kamis tanggal 27 maret 2014
Yuni kekasih yang sangat ia sayangi, kini meminta
untuk jauh darinya,
Azril tidak pernah mempertanyakan alasan yuni
melakukan hal itu,
Tapi azril yakin ini karena perbendaan elit dan
tidak...
Bagaimana tidak azril hanya mahasiswa dari
perguruan tinggi swasta sedang yuni adalah mahasiswi perguruan tinggi elit,
Itu diyakininya dari kata-kata yuni yang
mengatakan
“ aku tidak ingin hubungan kita dketahui oleh
teman-temanku”
Mungkin ia malu punya kekasih seperti azril,
Mungkin ia tidak siap untuk dicaci dan
ditertawakan oleh teman-temanya.
Maka dari itu ia lalu memutuskan untuk menjauh
dari azril.
Tanpa ia berfikir betapa terpukulnya hati azril
saat itu,
Sebenarnya yang membuat azril begitu terpukul
adalah,
Yuni tanpa kata-kata langsung menhapusnya dari
pertemanan di dunia sosial,
Membuat azril bertanya-tanya mengapa demikian?
Lalu azril memngirimi yuni pesan,
Saat itulah yuni menjelaskan keinginanya untuk
menjauh dari azril,
Hanya kalimat “kak, aku
ingin jauh dari kakak, aku tak ingin hubungan kita
Diketahui
oleh teman-temanku” lalu ia
menghilang tanpa jejak,
Azril saat itu seperti kehilangan jiwanya, ia
menangis tanpa air mata
Berteriak tanpa suara,
Hidupnya saat itu menjadi sangat kacau...
Terus bertanya, bertanya dan bertanya
Apa salahku,kenapa meski saat seperti ini...???
Sungguh azril saat itu seperti orang gila,
Keseharianya dikampus sangat berbeda dari biasanya,
ia yang selalu ceria
Ia yang selalu membuat teman-temanya tertawa
Kini ia lebih sering menyendiri dan berdiam...
Beberapa mata kuliahpun ia memilih untuk tidak
masuk,
Ia memilih untuk pergi ketempat-tempat sunyi untuk
berdiam diri...
Kini ia bukan lagi azril yang penuh semangat
hidup,
Impia masa depan yang sering ia serukan
Seakan musnah diterjang badai kesedihan....
Mati kini ia punya perasaan, raga tanpa jiwa
Kaki tanpa langkah, kini ia tak lagi punya
mimpi...
azril kini jauh melangkah dari impianya,
tinggalkan siluet kenangan dan merubah pola
fikirnya
kini ia bukan lagi manusia yang dikenal dengan
kelucuanya,
kini ia punya misi besar untuk masa depannya,
ia berkata “
suatu saat apa yang kurasakan akan yuni rasakan juga”
inilah keadilan hatiku dan ini akan kuwujudkan....
Takalar 27 mei 2014.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar