Berubah atau Terus Dianggap lemah
Dalam sebuah gedung kampus, lantai 2 dalam sebuah ruangan,
Sedang berlangsung presentasi kelompok mahasiswa,
Meraka berjumlah 4 orang, satu moderator, satu pemateri,
satu notulen dan satunya sebagai penjawab utama.
Materi yang ia bawakan sangat mengundang
Keingin tahuan para peserta,
Sesi tanya jawab pun tiba,
Salah seorang peserta lalu mengajukan pertanyaan setelah
Dipersilahkan oleh moderator,
Notulenpun dengan sigap mengambil balpoint dan segera menulis nama serta pertanyaan
Sang penanya,
Penanya kedua dan ketiga pun demikian,
Kini tibalah saat sang penjawab melakukan aktivitasnya,
Dengan keterbatasan latihan berbicara didepan umum
Iapun menjawab dengan begitu gugup,
Dan pada akhirnya hanya mengundang tawa para peserta,
Sungguh tragis ketika acara selesai, ia lalu memposting
Sebuah status di akun sosial medianya
Disitu ia mengecamnya orang-orang yang menertawainya tadi
Ia, memang orang itu lemah berbicara didepan umum,
Tapi untuk mata kuliah yang sebagian orang menggapnya Extrim
Ia salah satu orang yang diharapkan bisa membantu teman-temannya.
Kucari tahu info tentang dirinya
Lalu kudapati alasan terkuat ia tidak pernah
mampu berbicara di depan umum
Adalah
“ ia merasa berbicara didepan umum bukanlah kemampuanya, ia takut,
ia merasa berbicara didepan umum di penting baginya
cukup kemampuan yang satunya itu ia kembangkan”
Dari kalimat ini lalu kuhampiri ia pada suasana lain,
Kemudian kuceritakan keprihatinanku padanya,
Dan kutunjukkan betapa besar potensinya untuk melakukan
Hal-hal yang luar biasa !
Kuberikan ia bayangan betapa terhormatnya seseorang ketika,
ia mampu menguasai lebih dari 1 kemampuan,
Ia lalu bernjaji di presentasi yang akan datang ia akan menjadi
Moderator, melawan rasa takutnya dan menunjukkan potensi yang sesungguhnya.
Dan aku harus penasaran selama 9 minggu kedepan,
untuk melihat betapa luar biasanya potensi
Yang telah ia lupakan selama ini.
~end~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar