Bisikan Angin yang Terlalu Samar
Malam badai disebuah gubuk kehidupan,
Bertahan bersama titik pelita, puing cinta nan abadi
Hujan semakin menjadi,
Banjir keraguan tak terelakkan menghempas kesetiaan
Goyah kini keyakinanku terhadap cinta,
Angin yang begitu kencang,
tumbangkan harap yang terangkai untuk seeorang
Untuk sebuah nama.
Dingin sudah hati ini menanggapi keadaan,
Selimut kepedulian basah dan telah kotor,
Mana mungkin bisa, hangatkan kembali hati ini.
Sedang mentari pun tak bersedia mengeringkannya.
Lalu Kemana ku harus berteduh,
Sedang hujan kecewa terus mengguyur raga ini,
Apakah aku akan terus disini hingga kumati kedinginan?
Atau aku harus lari mencari gubuk di sisi kehidupan lain?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar