Senin, 07 April 2014

Hujan Menguyur Makassar

Hujan Menguyur Makassar



Malam ini disebuah kamar mahasiswa rantau, di jalan G.Lompobattang,
 seseorang sedang menatap langit yang menangis,  ia berharap adanya kilauan sang bintang, tapi harapannya tidak kesampaian,
Tepat dijendela kamar, suara gemercik air yang jatuh ketanah, 
Sudah bisa dipastikan jika hujan malam ini begitu deras,
Pantas saja jika langit terlihat begitu kosong, 
Angin yang bertiup hadirkan badai yang menakutkan,
Lalu ia menutup jendelanya, 

Karena harapanya melihat bintang tidak kesampaian
Ia lalu mulai mengambil salah satu buku yang menumpuk diatas
Tempat tidurnya,
Ia mengambil buku yang berjudul 
Inpirasi 5 Menit 
karya IMELDA SAPUTRA, 
Lalu dibukanya buku itu, berharap buku itu akan memberinya inspirasi
Ditengah derasnya hujan yang mengguyur kota daeng malam ini,
Selang 3 menit berlalu ia lalu menutup buku itu,
Apa buku itu tidak menarik?
Atau apa ia tidak menikmati bacaanya?
Tidak, tidak  dari wajahnya ia hadirkan senyuman
 Mungkin ia mendapat inspirasi yang hebat, 
ia lalu membuka laptop dan mulai menulis sebuah kalimat 
“ Hujan Mengguyur Makassar”

Apa yang tertulis dibuku itu,
Hingga ia menulis cerita ini?

Sampai saat ini alasan cerita ini ia buat hanyalah karena ia ingin orang lain tahu apa yang ia kerjakan dimalam saat Makassar diguyur hujan. 
Dan untuk kalimat yang tertulis  dibuku itu masih menjadi rahasia orang itu.

~end~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar