“Surat Untuk Saudariku ”
Kepada dirimu yang sedang dekat dengan aku
Bukan ku ingin menyakiti, bukan ku ingin membuat dirimu kecewa
Tapi, aku tidak ingin terus merasa bersalah pada
Puluhan Tugas, yang diamanakan kepadaku
Aku juga tak ingin membohongi keadaan
Aku juga tak ingin engkau selalu merasa...
Untuk itu, aku ingin berbicara melalui baris kata,
Entah hal ini kamu anggap sebuah ketidak sopanan
Tapi bagiku, ini lebih baik dari pada
Menyampaikan teriakan hati melalui sebuah ekpresi...
Dan juga aku tahu bagaimana batasan yang wajar
Yang tak seharusnya kita langgar sebagai
Ummat yang patuh kepadaNYA...
Malam ini, akan kutulis kata demi kata yang seharusnya
Engkau tahu sejak awal, Tapi ini kesalahanku
Aku yang selalu diam, menunggu waktu untuk berbicara
Tapi hingga malam ini aku rasa aku tak punya kesempatan itu...
Oleh karena itu semoga melalui baris kata ini
Semua yang harus kamu tahu bisa segera kamu ketahui:
=========================================================
“ maaf seribu maaf, jika selama ini aku hanya diam dan tak menanggapi
kebaikanmu sedikitpun, bukan karena kutak punya rasa
Tapi aku takut menyakiti, aku takut engkau akan makin merasa...
Waktu yang terbuang sudah cukup banyak, dan apa yang kamu lakukan
Sungguh tidak wajar dan itu sudah melanggar batas yang seharusnya,
Jika yang kamu Harap dariku adalah “Cinta”,
Maaf, Cinta yang kupunya hanya untuk pendampingku kelak.
Namun jika engaku tidak mengharapkan apa-apa dariku kumohon
Hentikan perlakuanmu kepadaku yang sudah melewati batas normal itu...
Maaf, jika selama ini aku diam, dan terlihat menikmati keadaan itu,
Tapi jujur kehadiranmu dalam hariku, telah membuat fokusku melenceng
Dari apa yang telah kurencanakan...
Silahkan berkata jika aku ini manusia yang “Sombong”
Karena bagiku yang pantas menilaiku hanyalah yang mencitpakanku...
Secara fitrah, kita adalah saudara jadi kumohon jangan nodai
Gelar suci itu dengan harap yang tak semestinya kau lakukan...
Jika kau ingin membenciku, kurasa itu hal pantas untuk aku
Itu adalah suatu yang memang seharusnya dan itu lebih baik...
=========================================================
Akhir kata, jika engkau telah membaca surat ini,
Jangan berharap akan menemukan aku lagi
Karena aku sudah meninggalkan tubuh yang telah aku diami
Yang akan kamu temui adalah jiwa baru
Meski raga yang kau lihat adalah aku...
Kumohon, atas nama Kesucian “CINTA”
Jagalah cintamu dengan lemah kasihmu,
hingga Allah SWT, menunjuk siapa
yang sepantasnya untuk kau
“Cintai” dengan “Halal” .
Dariku “ agus fajar “

Tidak ada komentar:
Posting Komentar